Yordie.Blogspot™
this site the web
Tampilkan postingan dengan label Linux. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Linux. Tampilkan semua postingan

Menginstall & Menjalankan / Booting Ubuntu 10.04 Lucid Lynx dari Flashdisk


Ada cara mudah untuk menginstall dan menjalankan/booting Ubuntu 10.04 LTS Lucid Lynx dari flashdisk anda. Cara ini lebih menguntungkan karena dengan begitu anda tidak perlu repot menginstallnya ke harddisk sekaligus memperkecil resiko error pada sistem operasi (mis Windows). Selain itu anda bisa membawa kemana pun Ubuntu anda dengan flashdisk tersebut dan menjalankan di komputer lain. Simpel hanya colokkan flashdisk dan booting dari sana.


Untuk menginstall Ubuntu di flashdisk, syaratnya flashdisk anda harus mempunyai space minimal 2 Gb dan anda juga harus mempunya CD .iso (CD image) Ubuntu, sebab nanti file isonya akan ditransfer ke flashdisk karena kalau booting lewat CD akan lebih lambat.

Caranya adalah sebagai berikut:

1. Masukkan CD Ubuntu, dan restart komputer anda.

2. Anda perlu booting dari CD Ubuntu tersebut, caranya tekan F11 (untuk masuk BIOS) pilih booting dari CD. Setelah itu keluar BIOS dan restart komputer.

3. Kemudian setelah restart, komputer akan booting dari CD dan anda akan melihat tampilan desktop Ubuntu. Pada Top bar, klik System–>Administration–>Startup Disk Creator. Ini fungsinya untuk mentransfer file .iso ke flashdisk.



4. CD anda akan berada pada “Source disc image” (.iso) atau CD, sedangkan flashdisk akan berada pada “Disk to use”. Pastikan keduanya anda pilih (dengan mengklik pada device yang bersangkutan).

5. Sebelum anda mengklik Make Startup Disk, anda akan diberi pilihan untuk mengalokasikan sebagian kapasitas flashdisk untuk menyimpan data. Di sini contohnya adalah 1 Gb, pastikan kapasitas file .iso dan kapasitas yang anda alokasikan tidak melebihi kapasitas flashdisk anda. Anda tidak perlu menghapus data yang sudah ada di dalam flashdisk, tapi lebih baik jika di backup dulu.



6. Jika semuanya sudah di setting, klik Make Startup Disk, dan tunggu sampai proses transfer selesai. Setelah selesai anda dapat restart, keluarkan CD Ubuntu, dan booting dari flashdisk.



Selesai dan selamat menikmati OS Ubuntu anda :D

Sumber : http://www.adipedia.com/menginstall-menjalankan-booting-ubuntu-10-04-lucid-lynx-dari-flashdisk/

Tutorial Instalasi untuk Linux Pemula


Tutorial ini adalah kelanjutan dari Tutorial Instalasi Dual Boot Linux Windows. Pastikan Anda sudah membacanya sebelum menggunakan tutorial ini. Jika Anda menggunakan instalasi sistem Dual Boot Linux Windows, lewati langkah 1 – 7 yang membahas pembuatan partisi Linux secara manual.
1. Langkah berikut dipergunakan untuk mempersiapkan partisi yang akan dipergunakan untuk Linux. Ada 3 pilihan yang tersedia :
* Use existing partition : gunakan pilihan ini jika Anda sudah mempunyai partisi Linux didalam komputer.
* Erase and use entire disk : gunakan pilihan ini jika Anda ingin menggunakan partisi yang ada untuk Linux.
* Custom disk partitioning : gunakan pilihan ini jika Anda belum mempunyai partisi Linux atau jika Anda ingin membuat ulang partisi Linux.

Tutorial ini mengasumsikan Anda belum mempunyai partisi Linux, dan ingin membuatnya dengan ukuran yang bisa Anda tentukan sendiri besarnya, sehingga pilihan yang dipergunakan adalah Custom disk partitioning.

2. Di layar berikutnya terlihat partisi kosong dari harddisk yang akan dipergunakan untuk Linux. Kotak berwarna merah atau coklat menandakan sebagai partisi Linux, kotak berwarna hijau menandakan sebagai partisi swap Linux, kotak berwarna biru menandakan sebagai partisi Windows, sedang kotak lainnya adalah partisi dari file sistem lain atau partisi kosong.

Anda perlu membuat minimal 2 partisi, yaitu partisi swap dan partisi root /. Jika diperlukan Anda juga bisa membuat partisi khusus untuk data di partisi /home.

3. Partisi pertama yang akan kita buat adalah partisi swap. Partisi swap adalah suatu partisi yang diperlukan sebagai memori virtual. Ukuran partisi swap sebaiknya dua kali ukuran memori. Sebagai misal, memori di komputer besarnya 512 Mb, maka buatlah partisi swap sebesar 1024 Mb (1 Gb).Untuk membuat partisi swap, pada layar sebelumnya, kliklah tombol Create. Kemudian tentukanlah ukuran partisi yang akan dipergunakan untuk swap.

Klik tombol OK.

4. Partisi swap sudah terbuat dan ditandai dengan warna hijau.


5. Berikutnya … jika diperlukan Anda bisa membuat partisi /home untuk memisahkan data dari partisi utama Linux. Anda bisa mempergunakan file sistem Linux ataupun file sistem Windows untuk partisi ini. Partisi /home selain digunakan untuk tempat penyimpanan data User juga digunakan oleh beberapa program untuk meletakkan file konfigurasinya. Sesuaikanlah ukuran partisi /home dengan kapasitas harddisk Anda. NB: Jika Anda bermaksud menggunakan Wine untuk menginstal program2 berbasis Windows, pastikanlah untuk memperbesar ukuran partisi /home, karena nantinya semua program Windows akan diinstal di partisi ini.Untuk membuat partisi /home:
* Kliklah partisi kosong disamping partisi swap.
* Klik tombol Create.
* Tentukan ukuran yang akan dipergunakan untuk partisi /home.
* Pada kotak Filesystem type, pilihlah salah satu pilihan file sistem yang tersedia.
* Gunakan pilihan fat jika Anda ingin partisi ini bisa dibaca juga dari Windows.
* Pada kotak Mount point pilihlah /home.


6. Sekarang sudah ada dua partisi: swap dan /home.

Tiba waktunya sekarang untuk membuat partisi utama sistem Linux, yaitu partisi root /. Partisi ini harus menggunakan file sistem Linux, anda tidak bisa menggunakan file sistem FAT atau NTFS milik Windows.
Untuk instalasi 3D OS versi CD, minimal sediakanlah 3 Gb. Sedang untuk versi DVD, sediakanlah minimal 8 Gb. Pastikan Anda menyediakan ekstra ruang jika nantinya ingin menginstal program-program lain.
Untuk membuat partisi root :
* Klik partisi kosong disamping partisi /home.
* Klik tombol Create.
* Tentukan ukuran yang akan dipergunakan untuk partisi root.
* Pada kotak Filesystem type, pilihlah salah satu pilihan file sistem yang tersedia.
Gunakan pilihan fat jika Anda ingin partisi ini bisa dibaca juga dari Windows.
* Pada kotak Mount point pilihlah /.


7. Sekarang partisi Anda sudah lengkap. Klik tombol Done untuk melanjutkan ke proses pemformatan partisi.


8. Peringatan untuk memformat partisi harddisk muncul di layar. Klik tombol Next jika Anda sudah yakin akan melanjutkan ke proses format partisi.


9. Setelah proses format selesai, saatnya untuk menginstal file-file dari CD/DVD ke harddisk.

Klik tombol Next untuk memulai proses instalasi program-program Linux.

10. Setelah proses instalasi selesai, Anda perlu membuat boot menu.
Defaults boot menu menggunakan sistem GRUB. Jika ini satu-satunya Linux yang ada di harddisk, Anda bisa memilih untuk menginstall boot menu di MBR atau Master Boot Record. Jika Anda sudah mempunyai Linux lain, Anda bisa memilih untuk menginstal boot menu di partisi untuk dikaitkan dengan partisi Linux lainnya.
Berikut ini adalah daftar pilihan boot yang dibuat secara default.

Jika Anda mempunyai Linux lainnya, Anda bisa menambahkannya disini. Jika Anda mempunyai sistem Windows, secara otomatis menu untuk boot ke Windows akan dibuatkan.

11. Proses instalasi sudah selesai, dan kini Anda perlu memboot ulang komputer. Nantinya pada menu boot Anda bisa memilih apakah akan masuk ke Windows atau Linux.


PENTING :
Jika dalam proses instalasi Anda menemui kegagalan, cobalah untuk menginstal melalui mode teks.
1. Klik menu Start > System > Terminals > Konsole
2. Ketikkan su
3. Masukkan password root.
4. Ketikkan draklive-install
Lakukan proses instalasi sesuai petunjuk di layar dan perhatikan pesan kesalahan yang muncul di layar terminal.

Sumber : http://www.pclinux3d.com/tips-linux/install-program/tutorial-instalasi-linux-untuk-pemula.html




Command-Command Dasar Untuk Linux



Sistem Operasi Linux semakin digunakan oleh banyak orang karena sifatnya yang open source.Namun Sistem operasi ini tidak dapat terlepas dari yang namanya command dan console.Berikut command-command dasar Linux yang perlu untuk dipelajari agar kita dapat menggunakan Linux dengan baik.

cat
Contoh : $ cat namafile
Fungsi : Menampilkan isi dari sebuah file di layar.

cd
Fungsi : Digunakan untuk berpindah direktori seperti fungsi cd dalam windows.

chmod
Contoh : $ chmod 777 namafile/nama direktori
Fungsi : Digunakan untuk menambah dan mengurangi ijin pemakai untuk mengakses file atau direktori.

chown
Fungsi : Digunakan mengganti owner dari suatu file atau direktori.

cp
Contoh : $ cp
Untuk menyalin file atau copy. Misalnya untuk menyalin file1 menjadi file2.

find
Contoh : $ find . -name *.doc -print
Fungsi : Untuk mencari letak sebuah file.

grep
Contoh : $ grep
Fungsi : Digunakan untuk mencari file-file yang mengandung teks dengan kriteria yang telah Anda tentukan

gzip
Contoh : $ gzip
Fungsi : Digunakan untuk mengkompresi sebuah file

kill
Contoh : $ kill
Fungsi : Digunakan untuk menghentikan proses yang sedang berjalan.

ls
Fungsi : Digunakan untuk menampilkan isi dari sebuah direktori seperti command dir dalam windows.

lsmod
Fungsi : Digunakan untuk melihat modul-modul yang ada

rmmod
Fungsi : Digunakan untuk menghapus modul-modul yang ada

mkdir
Contoh : $ mkdir
Fungsi : Digunakan untuk Membuat direktori baru seperti command md di DOS.

mv
Fungsi : Digunakan untuk memindahkan file dari satu lokasi ke lokasi yang lain.

pwd
Fungsi : Digunakan untuk menampilkan nama direktori dimana anda saat itu sedang berada.

passwd
Fungsi : Digunakan untuk mengganti password root.

ps aux
Fungsi : Digunakan untuk melihat proses-proses yang sedang berjalan.

rm
Fungsi : Digunakan untuk menghapus file, tetapi secara default command rm tidak menghapus direktori.

rmdir
Fungsi : Digunakan untuk menghapus direktori kosong.

rpm
Fungsi : Digunakan untuk menginstall file rpm

su
Fungsi : Digunakan untuk login sementara sebagai user lain.

start
Fungsi : Sebuah perintah untuk menjalankan servis.

stop
Fungsi : Sebuah perintah untuk menghentikan servis.

shutdown
Fungsi : Sebuah perintah untuk mematikan sistem.

tar
Contoh : $ tar

Aplikasi-Aplikasi Untuk Linux


Bagi anda pengguna sistem operasi Linux.Berikut ini saya punya link download softwarenya.Ada 10 Software berguna untuk anda pengguna Linux.

1. OpenOffice
OpenOffice adalah produk multi-platform untuk perkantoran.
Didalamnya terdapat aplikasi desktop seperti pengolah kata, spreadsheet, presentasi manajer, dan program gambar dengan antarmuka pengguna dan fitur lainnya yang mirip dengan program perkantoran yang lain.
Download OpenOffice
(http://openoffice.mirrors.tds.net/pub/openoffice/stable/3.0.1/).

2. Calm Antivirus
Clam AntiVirus adalah aplikasi open source (GPL) anti-virus toolkit untuk UNIX yang dirancang untuk e-mail pada pemindaian mail gateways.
Clam AntiVirus memberikan sejumlah utilitas termasuk yang fleksibel, scalable multi-threaded daemon, a command line scanner dan dapat melakukan update database secara otomatis.
Download ClamAV (http://www.clamav.net/download/).

3. FileZilla
Filezilla merupakan solusi aplikasi gratis untuk FTP.
Filezilla klien adalah aplikasi yang cepat dan handal untuk lintas-platform FTP, FTPS dan SFTP client dengan banyak fitur bermanfaat dengan intuitif grafis antarmuka pengguna.
Download FileZilla
(http://filezilla-project.org/download.php?type=client)
Download FileZilla Server
(http://filezilla-project.org/download.php?type=server).

4. gZIP
gzip (GNU zip) adalah utilitas untuk kompresi.
Keuntungan gZIP adalah kompresi yang lebih baik dan bebas dari paten algoritma.
Alat ini telah diadopsi oleh proyek GNU dan sekarang cukup populer di Internet.
Download gzip
(http://www.gzip.org/).

5. PuTTy
Putty merupakan aplikasi implementasi gratis untuk Telnet dan SSH.
Putty dapat digunakan di sistem operasi Win32 dan platform Unix.
Download Putty
(http://www.chiark.greenend.org.uk/~sgtatham/putty/download.html).

6. OpenSSH
OpenSSH adalah sebuah versi GRATIS dari alat konektivitas SSH.
Pengguna telnet, rlogin, dan ftp mungkin tidak menyadari bahwa password mereka ditularkan di Internet tanpa enkripsi.
Tetapi OpenSSH melakukan encrypts semua lalu lintas (termasuk password) secara efektif untuk menghindari eavesdropping, pembajakan koneksi dan serangan lainnya.
Sebagai tambahan, OpenSSH menyediakan kemampuan tunneling secara aman dan beberapa metode otentikasi, dan mendukung semua versi SSH protokol.
Download OpenSSH
(http://www.openssh.org/portable.html).

7. Conky
Conky adalah aplikasi gratis, Conky dapat menampilkan informasi apapun di komputer Anda.
Fasiltas Conky antara lain :
* Menampilkan info statistik seperti :
uname, uptime, penggunaan CPU, penggunaan mempry, penggunaan harddisk, proses statistik dan memantau jaringan.
* Mendukung POP3 dan IMAP.
* Mendukung banyak sekali pemutar musik seperti MPD, XMMS2, BMPx, audacious dan lebih banyak lagi.
Conky dapat menampilkan informasi baik sebagai teks, proses yang sederhana dan grafik widget dengan warna dan font yang berbeda.
Download Conky
(http://sourceforge.net/project/showfiles.php?group_id=143975&package_id=158249).

8. TrueCrypt
TrueCrypt merupakan aplikasi encryption yang open source untuk Windows Vista / XP, Mac OS X, dan Linux
Kegunaan TrueCrypt antara lain :
* Membuat virtual disk yang dienkripsi dalam file dan mounts sebagai real disk.
* Melakukan Enkripsi partisi atau perangkat penyimpanan seperti USB flash drive dan hard drive.
* Melakukan Enkripsi partisi atau drive di mana Windows terinstal (pre-boot otentikasi).
* Melakukan Enkripsi secara otomatis, real-time (on-the-fly) dan transparan.
* Memberikan tingkat dua masuk akal deniability, jika sebuah pasukan musuh yang mengungkapkan password:
* Menggunakan algoritma: AES-256, Serpent, aTwofish dan Modus operasi: XTS.
Download TrueCrypt
(http://www.truecrypt.org/downloads.php).

9. FireStarter
Firestarter adalah Real Time Firewall yang memonitor semua port yang terbuka dan aktif pada koneksi jaringan di komputer Anda.
Memungkinkan Anda untuk menetapkan aturan yang sangat ketat ditetapkan.
Fitur utama termasuk
* Open Source dan tersedia secara gratis.
* Mudah untuk menggunakan dengan antarmuka grafis.
* Cocok untuk digunakan di desktop, server dan gateways.
* Memungkinkan Anda untuk mengatur inbound dan outbound sesuai aturan.
* Dapat melihat aktifitas jaringan termasuk lalu lintas melalui firewall.
Download FireStarter
(http://www.fs-security.com/download.php).

10. GParted
GParted adalah aplikasi Gnome Partition Editor.
GParted adalah aplikasi untuk menciptakan, menghapus, mengganti ukuran, memindahkan, memeriksa, menyalin partisi dan file sistem.
GParted dapat membuat ruang untuk sistem operasi baru , pengaturan ulang penggunaan disk, menyalin data yang berada pada hard disk dan partisi mirroring satu dengan lainnya.
Download Gparted
(http://gparted.sourceforge.net/download.php)

Sumber : http://www.ruzman.co.tv/2009/05/aplikasi-aplikasi-untuk-linux.html



Menginstall program di linux


Mungkin sudah banyak yang tau bagaimana cara menginstall program di linux namun ada baiknya saja saya menambahkan catatan saya pada blog ini. Pada dasarnya di linux memiliki beberapa macam cara menginstall software dan biasanya setiap distro juga memiliki cara yang berbeda dalam menginstall sebuah program.

Cara menginstall program di linux dibagi menjadi beberapa bagian;
1. mengcompile dan install program dari source
2. menginstall program berekstensi RPM dari Redhat Packet Manager
3. menginstall program menggunakan apt-get bawaan debian
4. menginstall program di mandriva
5. menginstall program di fedora menggunakan yum
6. menginstall paket di slackware
7. menginstall file binary (.BIN/ .SH)

Berikut saya akan tuliskan caranya bagaimana cara menginstall software di linux berdasarkan kategori yang telah saya kelompokkan diatas;

1. mengcompile dan install program dari source
Biasanya aplikasi yang diinstall dari source akan berekstensi “.tar.gz”, “.tar.bz2″, “. zip”, dan biasanya sebelum menginstall program tersebut ada beberapa orang yang lebih suka menaruh file-file tersebut sebelum diinstall di /usr/local/src/ tetapi ini bukan suatu keharusan bisa ditaruh dimana saja. Langsung saja ke tahap selanjutnya mulai menginstall, pertama-tama buka terminal atau command prompt anda lalu langsung menuju ke dimana anda menaruh file tersebut, lalu lakukan hal ini, sesuaikan dengan ekstensi file anda.

[ file dengan ekstensi .tar.gz ------> tar -xzvf ]

[ file dengan ekstensi .tar.bz2 ------> tar -jxvf ]

[ file dengan ekstensi .zip ------> unzip ]

setelah melakukan hal tersebut maka file anda akan terekstaks secara otomatis akan membuat sebuah folder, lalu buka file tersebut dengan

[ cd ]

langkah selanjutnya adalah tinggal tinggal melakukan pre-installation dengan menuliskan

[ ./configure ]

[make]

[make install]
sampai disini sudah selesai, namun ada baiknya sebelum melakukan instalasi program anda membaca manual dalam menginstall program tersebut biasanya ada di INSTALL atau README.

2. menginstall program berekstensi RPM dari Redhat Packet Manager
Untuk menginstall program dengan ekstensi ini sangat mudah biasanya aplikasi ini di pakai pada distro redhat dan turunannya, berikut caranya;

[ menginstall program ---' rpm -i ]

[ menguninstall program ---' rpm -e ]

3. menginstall program menggunakan apt-get bawaan debian
Pada distro debian danturunannya dikenal apt-get untuk menginstall program, namun ada yang lebih penting selain aplikasi tersebut yaitu kita arus menset source-list yaitu alamat yang digunakan untuk aplikasi tersebut menginstall program in iberguna apabila kita menggunakan aplikasi apt-get ini secara online. Biasanya alamat tersebut ditambahkan di /etc/apt/source.list dengan cara buka dengan aplikasi editor anda lalu tambahkan alamat-alamat yang berisi source-list program.

Setelah melakukan perubahan source.list ada baiknya kita melakukan

[ apt-get update ] untuk mengupdate source.list yang kita miliki.

Langkah selanjutnya adalah mengintall program menggunakan apt-get

[ install ---' apt-get install ]

[ uninstall --' apt-get remove ]

4. menginstall program di mandriva
Untuk menginstall program di mandriva dapat dilakukan dengan cara

[ install --' urpmi ]
[ uninstall --' urpme ]

[ yum remove ]

6. menginstall paket di slackware
menginstall paket di slackware lebih gampang lagi tinggal masuk ke root kemudian;

[ install -'installpkg ]

[ uninstall --' removepkg ]

atau bisa juga menggunakan
[ pkg tool ]

selain itu kita juga bisa mengubah file berekstensi rpm ke format tgz dengan cara yang sangat mudah

[rpm2tgz ]

7. menginstall file binary (.BIN/ .SH)

untuk menginstall program binary ada beberapa langkah yang pertama pastikan file tersebut dapat dieksekusi berikut caranya;

[ chmod +x nama program.bin], kemudian

[ ./nama program.bin]

[sh nama program.sh]

Mungkin ini hanya beberapa cara saja dari banyak cara dalam menginstall program di linux namun ini sudah cukup untuk mengenal dan menginstall program di linux

Catatan :
” Cara diatas semuanya dilakukan menggunakan console/terminal/ command-prompt di linux.
” biasanya dalam menginstall program hanya bisa dilakukan oleh root, maka masuklah sebagai root untuk menginstall program-program tersebut. Ada beberapa cara masuk ke root bisa menggunakan [su], atau bisa juga menggunakan [sudo su].
” Selain cara menginstall diatas mungkin anda bisa menggunakan aplikasi GUI yang juga bisa digunakan untuk menginstall program, sebagai contoh di debian dan ubuntu bisa menggunakan synaptic packet manager.




Sejarah Linux


Siapa yang belum tahu Mandriva Linux? Siapa yang belum tahu Open Suse? Siapa yang belum tahu Red Hat? Bagi orang yang biasa berkecimpung di dunia komputer, khususnya Linux, maka nama-nama itu sudah tidak asing lagi di telinga. Namun tahukah Anda bahwa sebenarnya, Linux memiliki sejarah yang cukup panjang perjalanannya?

UNIX merupakan salah satu sistem operasi yang mengawali lahirnya Linux ke dunia ini. UNIX merupakan salah satu sistem operasi yang ada saat ini. Adapun UNIX merupakan salah satu sistem operasi populer selain keluarga raksasa Microsoft (mulai dari DOS, MS 9x sampai Vista), Novell, OS/2, BeOS, MacOS dan lainnya.

Sejarah kemunculan UNIX dimulai pada tahun 1965 ketika para ahli dari Bell Labs, sebuah laboratorium milik AT&T, bekerja sama dengan MIT dan General Electric membuat sistem operasi bernama Multics(sudah pernah dengar belum?). Nah, sistem operasi Multics ini awalnya didesain dengan harapan akan menciptakan beberapa keunggulan, seperti multiuser, multiprosesor, dan multilevel filesystem. Namun pada tahun 1969, AT&T akhirnya menghentikan proyek pembuatan Multics karena sistem operasi Multics ini sudah tidak memenuhi tujuan semula. Dengan kata lain, proyek ini mengalami hambatan karena dalam kenyataannya Multics banyak terdapat bugs dan sulit sekali dioperasikan.

Beberapa programmer Bell Labs yang terlibat dalam pembuatan dan pengembangan Multics, yaitu Ken Thompson, Dennis Ritchie, Rudd Canaday, dan Doug Mcllroy, secara tidak resmi tetap meneruskan proyek pengembangan Multics. Dan akhirnya sampailah pada sebuah sistem operasi generasi penerus dari Multics bulan Januari 1970 yang diberi nama UNIX.

Adapun generasi baru Multics ini memiliki lebih banyak keuggulan dibandingkan saudara tuanya. Nama UNIX diberikan oleh Brian Kernighan untuk memberi penegasan bahwa UNIX bukanlah Multics (tidak sama). UNIX akhirnya memiliki keunggulan seperti yang diharapkan pada awal penciptaannya. Yaitu:

1. Multilevel Filesystem

2. Multiuser dan Multiprosesor

3. Desain arsitektur yang independen terhadap suatu hardware

4. Berbagai device dapat dianggap sebagai file khusus

5. Memiliki user interface yang sederhana

6. Cocok untuk lingkungan pemrograman

7. Memiliki utilitas yang dapat saling digabungkan

Setahun setelahnya, UNIX dapat dijalankan pada komputer PDP-11 yang memiliki memory 16 KB dan sebuah disk berukuran 512 KB. Pada waktu itu source codenya UNIX masih ditulis dalam bahasa mesin (assembler). Kemudian pada tahun 1973, source code UNIX ditulis ulang dalam bahasa C yang dibuat oleh Dennis Ritchie.

Tujuan Mr. Ritchie mengubah source code UNIX ke dalam bahasa C tak lain dan tak bukan karena bahasa C didesain multiplatform dan bersifat fleksibel. Dengan dirubahnya source code ke dalam bahasa C, maka UNIX dapat dikembangkan dan dikompilasi ulang ke berbagai jenis komputer. Sejak saat itu dibuatlah berbagai macam varian UNIX yang sengaja didesain untuk jenis komputer tertentu.

Setahun kemudian, karena merasa UNIX sudah cukup matang, maka Thompson dan Ritchie mempublikasikan sebuah paper tentang UNIX. Ternyata UNIX mendapat sambutan yang sangat luar biasa dari lingkungan perguruan tinggi. Dan UNIX lah yang menjadi sistem operasi favorit di lingkungan perguruan tinggi.

Awalnya, sistem operasi UNIX ini didistribusikan secara gratis di dunia pendidikan, namun setelah banyak digunakan oleh korporasi industri dan bisnis (karena kehandalannya menangani bidang jaringan (networking), UNIX akhirnya diperdagangkan dan dipatenkan). Dalam perkembangan selanjutnya, UNIX dan varian-variannya yang dikomersialkan menjadi suatu sistem operasi yang cukup mahal pada saat itu(namun ada beberapa yang gratis karena dikembangkan dengan semangat openSource), hal ini disebabkan karena kestabilan, mampu mengerjakan program multitasking dan dapat digunakan oleh beberapa user secara bersamaan.

Adapun varian UNIX yang dikomersialkan dan populer karena kehandalannya seperti BSD 4.1 (1980), SunOS, BSD 4.2, SysV(1983), UnixWare dan Solaris 2(1988), dan lainnya. Dan yang dikembangkan dengan semangat openSource atau free diantaranya: FreeBSD, OpenBSD, NetBSD, Mnix, Hurd

Dari tadi ngomongin UNIX mulu, Linuxnya di mana? Oke, oke. Kita mulai…..

Kenal Linus Torvalds kan? Linus dilahirkan di Helsinki, Finlandia pada tanggal 28 Desember 1969. Orang yang disebut sebagai Bapak Linux(LINus UniX) ini, sudah mengenal bahasa pemrograman pada umurnya yang ke 10. Saat itu ia sering mengutak-atik komputer kakeknya, Commodore VIC-20. Karena hobinya dalam dunia komputing, 1988 Linus diterima di Univerity of Helsinki dan pada tahun 1990, Linus memulai kelas pemrograman C pertamanya. Pada tahun 1991, Linus tidak puas terhadap sistem operasi yang ada pada PC pertamanya (MS-DOS atau Disk Operation System), OS buatan Microsoft.

Linus lebih cenderung untuk menggunakan sistem operasi UNIX seperti yang dipakai komputer milik universitasnya. Akhirnya ia mengganti sistem operasi openSource Minix yang berbasiskan UNIX. Adapun Minix ini merupakan sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andrew S. Tanenbaum, seorang professor yang menggeluti penelitian masalah OS dari Vrije Universiteit, Belanda. Adapun Minix ini digunakan untuk keperluan pengajaran dan pendidikan.

Namun Linus merasa bahwa Minix masih memiliki banyak kelemahan. Dan mulai saat itu, di usianya yang ke-23, Linus mulai mengutak-atik kernel Minix. Dan ia mulai mengembangkan sistem yang kompatibel dengan IBM PC. Pada bulan Agustus 1991, lahirlah Linux 0.01 hasil oprekan Linus, dan pada tanggal 5 Oktober 1991, secara resmi Linus mengumumkan Linux 0.02 yang hanya dapat menjalankan BASH dan gcc compiler. Selain itu, Linus juga mempublikasikan sistem operasi buatannya tersebut lengkap dengan source codenya, yang ternyata disambut dengan sangat antusias oleh para programmer dan developer di seluruh dunia agar dapat di develop bersama-sama.

Sampai saat ini, Linux dibangun oleh berbagai macam komunitas dan jangan heran apabila banyak sekali distro-distro Linux yang beredar. Mulai dari yang berbayar sampai yang gratis, dari untuk pemula sampai tingkat lanjut, dan biasanya dengan banyaknya distro Linux yang beredar akan membuat orang awam bingung untuk memilih distro. Bayangkan, ada beratus-ratus distro yang tercipta atau bahkan beribu-ribu. Namun perlahan tapi pasti, diantara distro-distro Linux ini ada yang menyamai (atau bahkan) melebihi kemampuan dari Sistem Operasi keluarga raksasa (Microsoft) dan dengan semakin mudahnya dan semakin lengkapnya dukungan Linux pada hardware, besar kemungkinan Linux akan menjadi alternatif (atau bahkan sistem operasi utama di dunia).



Setting IP-Address di Linux


Berikut ini cara-cara Untuk mensetting Linux debian dan Mandriva anda.

#. Untuk Debian :

1. Login As Root :

sany@kenshin:~$ su
Password:
Setelah login sebagai root maka buka /etc/network/interfaces

kenshin:/home/sany# vi /etc/network/interfaces
Muncul deh isinya

# The loopback network interface
auto lo
iface lo inet loopback

# The primary network interface
auto eth0
iface eth0 inet static
name Ethernet LAN card
address 192.168.1.1
netmask 255.255.255.0
broadcast 192.168.1.255
network 192.168.1.0
gateway 192.168.1.254
Catatan :

eth0 adalah nama kartu network anda, semua linux selalu terbiasa dari 0,1,2.. dsb.

Name adalah Nama Kartu anda.

address adalah Ip Address komputer anda yang di gunakan di eth0

Netmask, tergantung perhitungan anda.

Broadcast ip yang digunakan untuk mengumumkan ip anda.

Network anda

gateway digunakan sebagai ip yang digunakan untuk akses ke internet atau jaringan luar.

# Untuk Mandriva :

1. Login As Root :

sany@kenshin:~$ su
Password:
Setelah login sebagai root maka buka /etc/sysconfig/network-scripts/ifctg-eth0

kenshin:/home/sany# vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifctg-eth0
Muncul deh isinya

# The loopback network interface
auto lo
iface lo inet loopback

# The primary network interface
auto eth0
iface eth0 inet static
name Ethernet LAN card
address 192.168.1.1
netmask 255.255.255.0
broadcast 192.168.1.255
network 192.168.1.0
gateway 192.168.1.254
Catatan :

eth0 adalah nama kartu network anda, semua linux selalu terbiasa dari 0,1,2.. dsb.

Name adalah Nama Kartu anda.

address adalah Ip Address komputer anda yang di gunakan di eth0

Netmask, tergantung perhitungan anda.

Broadcast ip yang digunakan untuk mengumumkan ip anda.

Network anda

gateway digunakan sebagai ip yang digunakan untuk akses ke internet atau jaringan luar.

Nah setelah itu baru deh kita restart

#>/etc/init.d/networking stop

#>/etc/init.d/networking start



Telah Hadir Linux Mandriva 2010.1 Alpha 2



Anda lebih senang menggunakan sistem operasi open source terinstalasi di komputer Anda? Kini salah satu distro linux Mandriva tengah memasuki tahap pengembangannya yang mana telah dijadwalkan untuk segera dirilis nanti sistem operasi Mandriva 2010.1 tepat pada tanggal 3 Juni 2010 mendatang.

Pada rilis kali ini, Mandriva bahkan memberikan akses pada akun Guest, yang mana juga didukung oleh driver Nouveau, serta digunakan secara default untuk kartu grafis berbasis NVIDIA.

“Waktunya telah tiba untuk merilis linux Mandriva versi Spring 2010. Kini sudah tersedia dalam bentuk DVD ISO 32 dan 64 yang dapat di-mirror publik. Seperti biasanya semua masukan Anda benar-benar penting untuk membantu meningkatkan kualitas global distribusinya nanti.” begitulah yang terangkum dalam pengumuman resminya.

Berikut merupakan update pada Linux Mandriva 2010.1 Alpha 2:

* Linux kernel 2.6.33 RC6;

* X.Org 7.5;

* Xorg Server 1.7.4;

* KDE SC 4.4 RC3;

* GNOME 2.29.6;

* Mozilla Firefox 3.6;

* OpenOffice.org 3.2 Beta 3;

* Amarok 2.2.2;

* Deluge 1.2.0;

* Songbird 1.4.3;

* Transmission 1.83;

* Google Chrome 4 Beta;

* Nouveau driver;

* Mesa 7.7;

* Intel video driver 2.10.0;

* NTFS-3G 2010.01.16;

* Glibc 2.11;

* GDB debugger 7.0.1;

* Ruby 1.9.1;

* Munin 1.4;

* Spamassassin 3.3.0;

* QT 4.6.1;

* KTorrent 4.0 Beta 1;

* Digikam 1.1.0;

* Kopi-plugins 1.1.0.



 

W3C Validations

Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Morbi dapibus dolor sit amet metus suscipit iaculis. Quisque at nulla eu elit adipiscing tempor.

Situs Jejaring Sosial